Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Perawat dengan Perawatan ISPA pada Balita
Keywords:
pengetahuan, sikap, peran perawat, perawatan ispa pada balitaAbstract
ISPA adalah infeksi akut yang menyerang saluran pernafasan mulai dari hidung sampai alveoli. ISPA merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia dimana angka kematian balita diatas 15%-20% pertahun. Peningkatan Jumlah penderita ISPA memerlukan perawatan secara dini, apabila tidak dilakukan perawatan yang baik dan secara tuntas maka akan terjadi komlpikasi Pneumonia yang dapat menyebabkan kematian. Metode penelitian kuantitatif, desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Perawat dan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan jumlah sampel 70 Ibu. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan hasil uji kuesioner dinyatakan valid dan reliabilitas apabila r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0.361. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan menggunakan tingkat kemaknaan sebesar 5% (0.05). Hasil penelitian didapatkan bahwa perawatan baik sebanyak 32 (45.7%), kurang baik 38 (54.3%), pengetahuan tinggi sebanyak 28 (40.0%) dan rendah 42 (60.0%), sikap baik sebanyak 30 (42.9%) dan kurang baik 40 (57.1%), peran perawat baik sebanyak 30 (42.9%) dan kurang baik 40 (57.1%). Hasil penelitian didapatkan pengetahuan (p= 0.021), sikap (p=0.001) dan peran perawat (p=0.005), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan peran perawat dengan perawatan ISPA pada balita.
References
Depkes RI. (2009). Pedoman Pengendalian Penyakit. Depkes RI.
Kemenkes RI. (2008). Profil Kesehatan Indonesia.
Notoatmodjo. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2005a). Ilmu Keseahatan Masyarakat. Sagung Seto.
Notoatmodjo, S. (2005b). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Notosiswoyo. (2001). Perilaku Ibu dalam Merawat Balita di Rumah yang Menderita ISPA. Http//Noto@yahoo.co.id.
Potter, & Perry. (2005). Buku ajar Fundmental Keperawatan. EGC.
Raksanagara A. (2007). Gizi Buruk Pada Anak Sebagai Indikator Kesejahteraan Individu an Masyarakat di Jawa Barat. Universitas Padjajaran.
Rs Rassoewondopati. (2009). Penyebab Kematian Balita. Rs Rassoewondopati,.
Sarwono J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitiatif. Graha Ilmu.
Solehuddin. (2000). Konsep Dasar Pendidikan Pra Sekolah. UPI.
Sukamawa, A. A. A., & Sulistyorini, L. (n.d.). DETERMINAN SANITASI RUMAH DAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA SERTA MANAJEMEN PENANGGULANGANNYA DI PUSKESMAS. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, 49–58.

